
BETANGVOICEID, PALANGKA RAYA – Potensi kekayaan alam Kalimantan Tengah, khususnya tanaman obat herbal, menjadi perhatian khusus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kalimantan Tengah. Dalam sebuah pertemuan strategis, Ketua DPW Gekrafs Kalteng, apt. Novanita Puspa Kencana, S. Farm, M.H., menyampaikan aspirasinya terkait pentingnya kemandirian tata niaga komoditas unggulan daerah.
Novanita menyoroti peluang besar komoditas Pasak Bumi yang selama ini menjadi primadona hingga ke mancanegara, seperti Turki dan Polandia. Namun, ia mengungkapkan adanya kendala administratif yang membuat nilai tambah komoditas ini belum sepenuhnya dirasakan oleh daerah.
”Pasak Bumi ini aslinya dari kita, namun saat ini izin ekspornya masih bergantung pada kuota tangkap yang dimiliki oleh wilayah lain, yakni Medan,” ungkap Novanita.
Ia menjelaskan bahwa ketiadaan ‘kuota tangkap’ resmi di Kalimantan Tengah mengharuskan pengiriman melalui jalur perizinan daerah lain. Oleh karena itu, Novanita mendorong adanya sinergi dengan pemerintah pusat agar Kalimantan Tengah bisa mendapatkan rekomendasi dan kuota tangkap sendiri. Langkah ini dinilai krusial agar identitas dan keuntungan ekonomi dari Pasak Bumi dapat kembali sepenuhnya ke Bumi Tambun Bungai.
Tak hanya bicara soal regulasi, Novanita juga memberikan perhatian mendalam pada sisi hulu, yakni para petani. Memahami betapa sulitnya proses hilirisasi produk, ia berinisiatif menghadirkan langsung tujuh orang petani Bawang Dayak dari Sungai Gohong ke hadapan para pemangku kebijakan.
”Saya memahami bahwa hilirisasi produk itu tantangannya luar biasa. Karena itu, saya membawa Ibu-ibu hebat ini, para petani Bawang Dayak dari Sungai Gohong, agar Bapak bisa melihat langsung sosok-sosok di balik tanaman hebat ini,” tuturnya.
Selain Bawang Dayak, ia juga menyebut potensi Bajakah yang sudah dikenal luas. Melalui langkah diplomasi ini, Novanita berharap pemerintah dapat memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk kemudahan regulasi kuota ekspor maupun pendampingan bagi para petani lokal, sehingga produk unggulan Kalteng dapat bersaing di pasar global dengan identitas aslinya sendiri. (R2)
Tidak ada komentar