UMPR Targetkan Penambahan Fakultas Pascasarjana Pada 2026

Admin Betang Voice
18 Jan 2026 21:25
2 menit membaca

BETANGVOICE.ID – PALANGKA RAYA, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Targetkan penambahan dan penguatan pascasarjana jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing institusi serta menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Kalimantan terkhusus Kalimantan Tengah.

Rektor UMPR Muhammad Yusuf di Palangka Raya, Sabtu Menyatakan pengembangan Pascasarjana menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, seiring dengan penataan organisasi melalui penugasan pejabat transisi yang diharapkan mampu membawa perubahan dan inovasi.

“Personel transisi ini bertugas selama satu tahun hingga 16 Januari 2027, dengan evaluasi dan penilaian kinerja setiap tiga bulan. ini untuk memastikan organisasi kampus bergeran dan tidak stagnan karena jabatan yang terlalu lama”, Kata Muhammad Yusuf.

Selain Itu, Pascasarjana UMPR juga diarahkan untuk menonjolkan dan mengembangkan riset dengan tetap memperhatikan fleksibilitas bagi mahasiswa, termasuk mendorong lahirnya guru besar di lingkungan UMPR.

Pernyataan itu diungkapkan Muhammad Yusuf di sela pelantikan pejabat struktural transisi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya masa periode jabatan 2026-2027.

Ia menegaskan jabatan di lingkungan kampus tidak untuk digenggam, melainkan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan disadari bersifat sementara.

Struktur yang kita bangun harus memfasilitasi core utama UMPR, yakni menjadi kampus yang diminati masyarakat dan mampu menghasilkan teknologi dan sains, atau setidaknya menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing menghadapi tantangan dan melihat peluang, Ujar Muhammad Yusuf.

Dalam perkembangan akademik, UMPR membuka ruang seluas-luasnya bagi civitas akademika untuk mengembangkan kampus, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak serta mendorong pejabat yang dilantik agar mampu menangkap peluang dalam pengembangan universitas hingga ke tingkat pemerintahan pusat.

Muhammad Yusuf juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pengelolaan mahasiswa serta memastikan interaksi aktif antara dosen dan mahasiswa. Ia mengatakan “Dosen harus benar-benar dan selalu hadir di tengah aktivitas perkuliahan agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal”. (editor : ers)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *