UMPR Nyatakan Siap Kolaborasi Hilirisasi Peternakan Ayam Untuk Memenuhi Kebutuhan MBG “Agroteknologi dan Kehutanan Menjadi Kekuatan”

Admin Betang Voice
18 Des 2025 04:48
2 menit membaca

BETANGVOICE.ID – PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan memperkuatan capaian program dari hilirisasi peternakan ayam terintegrasi guna memastikan ketersediaan pasokan telur bagi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kabupaten/Kota Se-Kalkmantan Tengah

Rektor Universitas Muhammadiyah Assoc. Prof. Dr. Muhammad Yusuf S.Sos. M.A.P menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, terkhusus melalui penguatan riset, inovasi, dan pendampingan berbasis keilmuan.

Rektor Universitas Muhammadiyah menjelaskan “UMPR siap berkolaborasi secara aktif dalam program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi, baik melalui riset dan pengembangan SDM, serta pendampingan teknis kepada masyarakat dan mitra usaha”, ia juga menjelaskan bahwa “ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Tengah”.

Keterlibatan program studi seperti agroteknologi dan kehutanan menjadi kekuatan UMPR dalam mendukung penyediaan bahan baku pakan ternak hingga pengelolaan sistem produksi yang berkelanjutan, ujar Muhammad Yusuf.

Komitmen ini diutarakan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ketika pelaksanaan Rapat Koordinasi Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi sebagai Pilar Ketahanan Pangan Menuju Swasembada dan Industri Peternakan Berkelanjutan, yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kota Palangka Raya.

Pada saat Rapat Koordinasi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menjelaskan bahwa “Peternakan dan Kesehatan Hewan menekankan tiga pilar utama kebijakan peternakan daerah, yakni Program Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA), Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi, serta Pencegahan Penyakit Hewan Menular (PHMS)

Berkaitan dengan Hilirisasi Peternakan Ayam, Wakil Gubernur Edy Pratowo menginstruksikan para Bupati dan Walikota untuk mendorong pengembangan budidaya jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak dimana hal ini sejalan dengan program setiap pulau mandiri protein.

“Kita ingin memastikan ketersediaan pakan dan protein secara mandiri di Kalimantan Tengah. Karena itu, pengembangan jagung pakan dan optimalisasi sumber daya lokal harus menjadi perhatian bersama, termasuk dukungan dari berbagai pihak”, tegas Edy Pratowo pada pertemuan tersebut.

Wakil Gubernur Edy Pratowo juga meminta pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit menyediakan Bungkil Inti Sawit (BIS) untuk dijadikan bahan baku pada pabrik pakan ternak yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi peternakan ayam secara berkelanjtuan, guna menjamin ketersediaan telur dan protein hewani bagi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Tengah.

 

Editor : ERS

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *