Pj. Sekda Kalteng Minta Sektor Jasa Keuangan Bantu Petani dan UMKM Lepas dari Keterbatasan Akses Pasar

Admin Betang Voice
24 Apr 2026 23:48
2 menit membaca

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendesak perlunya transformasi struktural ekonomi agar memberikan nilai tambah langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Darliansjah, saat membuka FGD Pengembangan Ekonomi Daerah di Aula Eka Hapakat, Jumat (24/04/2026).

Meskipun indikator pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang positif di angka 4,8 persen, Pemprov Kalteng memberikan catatan kritis. Pj. Sekda menyoroti bahwa struktur perekonomian daerah saat ini masih terlalu didominasi oleh sektor primer, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Sektor primer ini dinilai belum optimal memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Di lapangan, kita masih melihat banyak pelaku usaha dan petani lokal yang menghadapi tantangan berat berupa keterbatasan akses pembiayaan serta belum adanya kepastian pasar,” jelas Darliansjah menyampaikan pesan Pj. Sekda.

Menyikapi persoalan tersebut, Pemprov Kalteng menyambut baik langkah OJK yang memfasilitasi pertemuan lintas sektor ini. Pj. Sekda berharap forum ini tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan mampu menelurkan regulasi dan aksi nyata.

Pemprov Kalteng menggandeng OJK, Bank Indonesia, dan perbankan untuk bersama-sama merumuskan langkah konkret dalam memperluas jangkauan kredit, memperkuat kemitraan usaha, dan mendorong hilirisasi produk unggulan daerah. Melalui keterpaduan program ini, diharapkan para petani dan pelaku UMKM di Kalteng bisa naik kelas dan mendapatkan kepastian serapan pasar yang adil.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *