Strategi DPRD Barito Utara Tekan Inflasi: Dorong Operasi Pasar dan Subsidi Pertanian

Admin Betang Voice
11 Sep 2026 00:54
2 menit membaca
MUARA TEWEH – Mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian membebani masyarakat, Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara, Ardianto, meminta pemerintah daerah (pemda) mengambil langkah konkrit untuk mengendalikan inflasi. Tingginya biaya distribusi dan transportasi yang terpengaruh oleh harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai menjadi salah satu pemicu utama naiknya harga pangan di pasaran.
Ardianto menegaskan bahwa intervensi pemerintah daerah sangat diperlukan guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah. Ia mendorong agar program Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dapat digelar secara rutin dan berkesinambungan sebagai solusi cepat membantu warga mendapatkan sembako dengan harga murah.
Selain operasi pasar, Ardianto merekomendasikan sejumlah langkah strategis lain bagi pemda:
  • Penetapan HET: Menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas tertentu guna membatasi kenaikan harga yang tidak wajar di pasaran.
  • Dukungan Sektor Hulu: Memberikan bantuan dan subsidi bagi petani lokal, seperti bibit unggul, pupuk, sarana produksi pertanian, hingga bantuan logistik untuk memangkas biaya produksi.
  • Pengawasan Satgas Pangan: Mengoptimalkan peran Satgas Pangan untuk memantau rantai distribusi, memastikan ketersediaan stok, serta menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan atau spekulasi harga.
  • Percepatan Penyaluran Cadangan Pangan: Memastikan distribusi cadangan pangan pemerintah berjalan lancar tanpa hambatan agar tidak terjadi kelangkaan barang.
  • Perlindungan Sosial: Melanjutkan program bantuan pangan bagi masyarakat rentan untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Menurut Ardianto, Kabupaten Barito Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pangan lokal. Oleh karena itu, penguatan produksi dari sektor hulu harus menjadi prioritas jangka panjang demi mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Syarat utama keberhasilannya adalah koordinasi dan sinergi yang kuat antara pemda, pelaku usaha, petani, distributor, dan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *