Enrico Rafael Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanBETANGVOICE.ID-PALANGKA RAYA, Seorang Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman Enrico Rafael, memberikan tanggapan tentang persoalan bencana banjir di beberapa wilayah di Republik Indonesia.
Bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah Republik Indonesia seperti di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, juga yang baru saja terjadi di pulau Kalimantan tepatnya di Kalimantan selatan ini tidak murni karena tingginya curah hujan.Ia mengutarakan permasalahan banjir yang terjadi tidak murni akibat tingginya curah hujan. “Problematika kita saat ini akibat tingginya deforestasi pada hutan yang menyebabkan kondisi hutan kita menjadi kritis”.
Pulau sumatra dan kalimantan kehilangan hutan berjuta-juta hektar. Enrico menyampaikan tingginya deforestasi di Republik Indonesia menjadi cerminan belum adanya Logika Keberlanjutan pada tatanan ekologi.
hilangnya hutan yang di alih fungsikan menjadi kawasan industri baik industri perkebunan dan pertambangan menyebabkan kerusakan pada tatanan ekologi. ‘Deforestasi tidak hanya menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, tapi juga merusak kondisi lingkungan”.
seperti diketahui banjir parah di beberapa kawasan Pulau Sumatra menyebabkan kerusakan dengan total valuasi hingga Rp.68 Triliun (Celios. 2025). kerusakan yang terjadi meliputi hilangnya Keanekaragaman Hayati dan merusak pemukiman manusia, serta hutan.
Enrico mengatakan bahwa Deforestasi menyebabkan hilangnya kawasan tutupan lahan atau sederhananya wilayah serap air. Ketika hutan ditebang wilayah yang sebelumnya menjadi wilayah penyimpan cadangan air kini berubah menjadi lahan kritis. Sehingga akibat deforestasi sendiri menyebabkan air yang tidak bisa terserap kemudian bergeser ke wilayah lain (Run-Off). Run Off sendiri menyebabkan sedimentasi pada sungai yang diakibatkan dari air yang membawa kontaminan seperti tanah dan kayu ke dalam sungai sehingga sungai tidak mampu lagi menyimpan debit air.
Ia menyebutkan bahwa Deforestasi sendiri menyebabkan terjadinya perubahan iklim. “yang saat ini terjadi perubahan kondisi cuaca yang tidak menentu itu akibat perubahan iklim yang disebabkan salah satunya karena deforestasi”.
Enrico mengatakan bahwa fenomena banjir tidak hanya sesederhana tingginya curah hujan seperti yang dikatakan pemerintah. “Ini bukti nyata bahwa pemerintah tidak mau jujur akan kondisi yang dialami oleh lingkungan kita”.
Demi Keberlanjutan Lingkungan Enrico meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk serius menghadapi tantangan lingkungan. Dimata Dunia Indonesia merupakan paru-paru dunia semestinya kita sangat konsen menjaga lingkungan dan menjaga hutan demi keberlangsungan hidup seluruh manusia. (ers)
Tidak ada komentar