MUARA TEWEH – Pergeseran gerbong jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan, menegaskan bahwa pelantikan sembilan pejabat administrator dan pengawas oleh Bupati Shalahuddin harus menjadi momentum untuk melakukan perbaikan pelayanan publik secara mendasar.
Salah satu rotasi posisi yang paling disorot oleh pihak dewan adalah pergantian pimpinan di RSUD Muara Teweh. Jabatan Plt. Direktur RSUD yang selama 4,3 tahun terakhir dipegang oleh dr. Tiur Maida, kini resmi diamanahkan kepada dr. Wahidah Asurawati.
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengingatkan bahwa RSUD merupakan wajah utama dari pelayanan pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia berharap masa transisi kepemimpinan ini tidak memperlambat program-program kesehatan yang sudah berjalan, melainkan justru mempercepat penyelesaian berbagai keluhan yang ada di tengah masyarakat.
“Pergantian pejabat, terutama di sektor kesehatan, harus berdampak langsung pada kecepatan penanganan pasien dan keramahan pelayanan. Ini adalah ekspektasi masyarakat,” ujar Parmana, Jumat (30/1/2026).
Selain menyoroti sektor kesehatan, Parmana juga menyatakan dukungannya terhadap tiga instruksi Bupati Shalahuddin terkait serah terima jabatan (sertijab) dan pelaksanaan evaluasi kinerja yang ketat. Ia mengingatkan kepada seluruh aparatur yang baru dilantik bahwa jabatan adalah alat untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan sekadar status sosial semata.
Ia pun menantang para pejabat baru, baik di tingkat eselon III maupun IV, untuk segera menunjukkan performa terbaik mereka. Menurutnya, masa awal jabatan harus menjadi pembuktian nyata atas kapasitas kerja mereka demi serapan anggaran yang optimal dan tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi langkah Bupati yang menekankan evaluasi berkelanjutan. Pejabat yang baru dilantik harus membuktikan kapasitasnya dalam 100 hari kerja pertama,” pungkasnya.
Tidak ada komentar